Jumat, 28 Juni 2013

Dilarang Buang Sampah Sembarangan

"Dilarang Buang Sampah Sembarangan Disini!"


ya mungkin kalian pernah melihat tulisan itu di pinggir jalan, di gang-gang, di sekitaran bawah jembatan. tapi buktinya apa ? ada tulisan seperti itu tapi dilihat di pinggirnya ada sampah, atau pun juga di bawah tulisannya ada sampah, gimana sih ? sangat tidak disiplin sekali masyarakat yang membuang sampah sembarangan.
kita bisa melihat di Jepang, ketika tidak ada tempat sampah mereka menyimpannya sementara di saku nya, itu sangat baik dilakukan, lalu kalo kita menemukan sampah baru kita buang, sulit ? tidak! itu sangat  mudah dilakukan, malu dong sama warga negara asing yang berlibur di negara kita lalu melihat di sekitaran daerahnya ada sampah dan disebelahnya pula ada peringatan dilarang membuang sampah, itu sangat melanggar aturan, maluuuu!.di Singapura bisa kita lihat mereka tidak suka membuang sampah sembarangan karena jika membuang sampah sembarangan berarti mereka telah melanggar hukum kebersihan lingkungan, lalu di lingkungan mereka dipasang CCTV nya sangat diperketat, sangat disiplin dan itu bagus sekali.
dan lebih parahnya lagi di jalan besar saya pernah melihat mobil yang seenaknya membuang sampah ke tengah jalan, itu sangat tidak disiplin sekali, sampahnya tidak kecil lagi, sampai 'kreseknya' pun ikut dibuang, kenapan tidak disimpan didalam mobil lalu jika sudah sampai ditujuan dibuang ke tempat sampah, apa itu sulit? jika itu terus dilakukan, maka negeri ini bukan lagi menjadi negeri hmm yang kata orang bagus, akan kah menjadi negeri sampah ? itu sangat hina jika mendapat gelar seperti itu. makadari itu jangan lah membuang sampah sembarangan! ingatlah anak cucu kita nanti harus menikmati udara segar yang pernah kita hirup ataupun udara segar yang sekarang kita hirup ini, jangan biarkan mereka menghirup udara kotor karena lingkungan yang penuh sampah itu. marilah!
mau lingkungan seperti ini :



pasti mau kan .
kalau yang begini ? 


sangat menjijikan!

marilah buang sampah pada tempatnya, ingat lah anak cucu kita harus menikmati udara segar !

Selasa, 01 Januari 2013

Di televisi kita, banyak banget sinetron yang menampilkan karakter seorang dokter dan pekerjaannya di rumah sakit. Sayangnya, banyak nada sumbang tentang pencitraan dokter di sinetron yang biasanya dibuat antagonis, dandanan mirip germo, dan licik. Penulis skenario juga dengan semangat menciptakan adegan-adegan aneh.
Dokter yang menonton, tentu saja ngomel. Sesekali dia akan teriak di depan televisinya, “BAH! MANA PERNAH ADA DI RUMAH SAKIT SEPERTI INI?“ atau  ”BAH!!! ITU KAN OBAT BUAT DICOLOKIN KE DUBUR? MASA DIMAKAN?” atau “BAH! MASA PASIEN DIRAWAT MENOR BANGET PAKE LIPSTIK?” , teriak dokter itu sambil menarik-narik rambutnya.
Buat penulis skenario & crew yang membuat cerita tentang dokter, tolong di-survey dulu, dong. Jangan sering-sering berlindung di balik alasan, “Namanya juga film!”. Akhirnya masyarakat yang dibodoh-bodohi.

Tulisan ini aku buat karena secara nggak sengaja aku menonton sebuah sinetron tentang dokter. Bukannya sedih atau terharu, malah aku ketawa-ketawa sendiri. Kenapa? Karena banyak banget kejadian di situ yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Apa aja?

1.ADEGAN SEKARAT
Pernah lihat adegan ini?
“Uhuk..uhuk… Nak…. Ibu sudah tidak kuat lagi… Uhuk..uhuk…. Ibu… uhuk…Ibu pesan… uhuk… jaga adik-adikm uhuk..uhuk… u…… aaaah…”
Kenyataannya:
Aku nggak pernah ngeliat pasien sekarat yang terbatuk-batuk saat ajal menjemput.
Kalau pun ada, kenapa harus pakai batuk? Masa setiap adegan sekarat semua sinetron pakai adegan batuk? Apa nggak bosan? Coba kalo kreatif dikit, sekali-sekali pakai bersin.
“Hatchiii….hatchii… Ibu sudah tidak kuat lagi… hatchiii!!! Ibu…hachi… ambilkan tisu, Nak.. hatchi… jaga adik-adikm…hatchiiii… u…aaaaahatchiii…”
Lebih seru, kan?
2. CABUT INFUS SEENAK UDELNYA
Pernah lihat adegan ini?
“Aaaah… kenapa aku tiba-tiba di rumah sakit? Selang-selang apa ini, menempel di tubuhku? Aku harus melarikan diri sekarang!”
Lalu aktor/aktris itu mencabut selang oksigen dan, parahnya, mencabut selang infus dengan sekali tarik.
Kenyataannya:
CROOOOT!!! Bisa mandi darah kalau jarum abbocath (jarum infus yang masuk ke pembuluh darah) ditarik paksa seperti itu!
Bayangkan adegan ini di dunia sebenarnya :
“Aaaah… kenapa aku tiba-tiba di rumah sakit? Selang-selang apa ini menempel di tubuhku? Aku harus melarikan diri sekarang!”
Lalu aktor/aktris itu mencabut selang oksigen dan parahnya mencabut selang infus dengan sekali tarik.
Dokter tiba-tiba masuk.
Dokter : “Oh.. kamu sudah sadar..”
CROOOOT!!! Darahnya muncrat ke muka dokter itu.
Dokter : “MY EYES!!! MY EYES!!! I’M BLIND!!!”
3. ADEGAN OPERASI MATA
Burem… burem… Enam detik kemudian, penglihatan si pasien sudah sangat jelas.
Pertama, tidak ada yang namanya cangkok bola mata. Yang ada cangkok kornea atau lapisan bening yang ada di bagian depan mata, and, please, gak pernah ada yang setelah matanya dibuka langsung bisa melihat. Mereka harus melewati proses pemulihan dulu.
Aku pernah ditanya keluarga pasien, “Dokter, setelah Ibu saya dioperasi cangkok kornea ini, kok masih gak langsung bisa melihat jelas? Kok nggak kayak di TV, ya?”
Kalo seperti ini, siapa yang mau disalahkan? Palingan jatuh-jatuhnya, si dokter harus menjelaskan proses yang sebenarnya kepada pasien dan keluarganya sampai mulut berbusa-busa.
Dan satu lagi, kalau operasi mata itu, yang dibalut cuma matanya aja. Perbannya gak sampai keliling kepala. Emangnya mau main mumi-mumian?
4. AMNESIA
Kecelakaan lalu amnesia atau lupa ingatan.
“Aku dimana? Kamu siapa??? Kamu siapa???” kata penderita pada seseorang di depannya.
“Aku adalah ….. majikanmu,” jawab orang itu dengan wajah serius.
Dan dalam waktu sekejap, tiba-tiba kepala penderita amnesia itu terbentur lagi saat hendak berdiri dari tempat tidur — dan langsung ingat semua!
“Hey! Kamu bukan majikanku! Kamu pembantuku!!!”
Pembantu : “Oops!”
5. BALUT LUKA
Kalau kecelakaan, pasti jidatnya dibalut semua sampai melingkar keliling kepala, ditambah darah boongan, bulat dan merah, tepat menodai kain kassa pembalut luka.
Umm… boong banget, nih. Kalo bekas Betadine, sih, bolehlah. Tapi kalau darah merah? Berarti lukanya gak diobatin, dong!
“Papa… kau terluka!”
“Papa… jidatmu sedang datang bulan!”
6. OPERASI
Kalau yang namanya di ruang operasi, dokter itu nggak pernah ada yang pake jas putih dokter doang! Pasti ganti baju operasi yang steril. Warna dan modelnya beda! Ini, jas dokter bekas ngupil juga main masuk aja!
Pernah juga pas sedang melakukan operasi, dokternya keluar-masuk cuma buat nemuin keluarga pasien!
“Ibu… anak Ibu mau kita operasi sekarang.”
Dokternya masuk lagi ke ruang operasi, terus keluar lagi.
Ibu…apakah anak Ibu menderita penyakit lain?”
Dokternya masuk lagi, keluar lagi.
“Ibu… perutnya sudah kita sayat. Apakah anak Ibu pernah menderita bisul?”
Pokoknya, itu dokter keluar masuk ruang operasi pake baju jas dokternya dengan bertanya hal-hal yang nggak penting.
Kalau sempat ada dokter begini di kehidupan nyata, tuh dokter udah disate, ‘kali!
7. RUANG ICU
Ruang ICU isinya cuma oksigen doang! Buset, ini ICU dimana? Kilimanjaro?
ICU itu banyak instrumen-instrumen, seperti alat bantu pernafasan, alat monitor jantung, dan sebagainya.
Yaaah, mungkin properti-nya sulit, ya? But, who cares?!!! Tetap tidak sesuai dengan realita. Pembohongan publik? Mungkin. Buktinya ada yang dirugikan karena ini. Dokter , yang terpaksa berkali-kali menjelaskan ke pasien sampai berbuih mulutnya.

Cape juga kalau diingat satu-persatu, soalnya masih banyak lagi. Cuma, yah, gitu, deh… Biasanya sebelum masuk rumah sakit, pemeran utamanya tabrakan dulu. Kalau dipikir-pikir, kenapa, ya, sinetron Indonesia demen banget dengan adegan tabrakan mobil? Sekali-sekali kepengen juga melihat adegan ditabrak kereta api… atau ditabrak pesawat pengintai atau UFO…banteng… kuda…
Atau:
Rina lari dari rumah setelah mengetahui bahwa dirinya anak angkat. Setelah berlari ke jalanan, ibunya menjerit:
“RINAAAA!! AWAS BEKICOT ITU!!!!”
Rina: “AAAAA….!!!!“
*pingsan & amnesia lagi*

sumber :  http://dokpapakirimsalam.com/?p=37